Ditulis pada 7 Februari 2018 , oleh mesin , pada kategori berita

WhatsApp Image 2018-02-02 at 13.08.50Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya kembali persembahkan seorang doctor bidang material dan manufaktur. Rabu (24/Jan/2018), bertempat di ruang sidang Jurusan Teknik Mesin, Ujian  terbuka disertasi dipimpin langsung oleh Prof. Ir. ING. Wardana, M.Eng., Ph.D.  Di penghujung siding, dewan penguji memutuskan untuk memberi nilai sangat memuaskan pada doctor baru Dr. Priyagung Hartono.

Pada ujian ini turut hadir Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D, wakil rector 1 Universitas Islam malang untuk memberi dukungan dan sambutan. DR. Priyagung memang tercatat sebagai dosen Jurusan teknik Mesin UNISMA.

Perkembangan proses pemotongan dalam industry semakin berkembang pesat dan kompleks dengan tuntutan peningkatan kapasitas dan kualitas produksi serta penurunan biaya produksi. Untuk itu kontribusi akademis dibutuhkan untuk memberi solusi terbaik dalam menentukan efisiensi proses tersebut. Salah satu factor yang harus diperhatikan adalah efisiensi untuk menambah umur dengan mengurangi tingkat keausan alat potong. Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan penggunaan cutting fluid untuk bertindak sebagai cairan pendingin dan pelumas.

Saat ini cutting yang umum digunakan adalah cutting fluid berbasis campuran oli dan air dengan perbandingan 1:5 (OBCFM). Permasalahan yang kembali muncul adalah isu keberlanjutan lingkungan. Untuk itu Dr. Priyagung meneliti penggunaan Aloe Vera Cutting Fluid (AVCF) sebagai alternative yang lebih ramah lingkungan. Terbukti bahwa cairan aloe vera memang tergolong sangat mudah diurai dan tidak berbahaya bagi makhluk hidup dibandingkan oli.

WhatsApp Image 2018-02-02 at 13.08.42Dalam Penelitiannya dirinya menemukan bahwa ada perbedaan keausan tepi pahat yang tidak diberi cutting fluid (VBDM) dengan yang diberi cutting fluid berbasis minyak (VBOBCFM) ataupun aloe vera(VBAVCF). Perbedaan keausan tepi antara VBDM dan VBOBFM adalah 51%, untuk VBDM dibanding VBAVCF adalah 46%, sedangkan VOBCFM dan VAVCF adalah 8,68%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AVCF merupakan cutting fluid yang memiliki potensi besar dibandingkan cutting fluid berbasis minyak dengan kelebihan pada factor ramah lingkungan.

Dr, Priyagung harus mempertahankan disertasinya di depan tim dosen penguji yang terdiri dari: Prof. Ir. ING. Wardana, M.Eng., Ph.D, Dr. Eng. Eko Siswanto, ST., MT, Dr.Eng. Moch Agus Choiron, ST., MT, dan Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd. Bertindak  sebagai komisi pembimbing adalah: Prof. Dr. Ir. Pratikto, MMT, Prof. Ir. H. Agus Suprapto, M.Sc., Ph.D, dan Sr. Eng. Yudy Surya Irawan, ST., M.Eng. (ems)