Ditulis pada 31 Januari 2019 , oleh mesin , pada kategori berita

Bertempat di Gedung Widyaloka, Prof. Dr. Ir. Wahyono Suprapto, M.T., Met. secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke 245 Universitas Brawijaya di bidang Ilmu Pengecoran Logam pada tanggal 30 Januari 2019. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Prospektif Pengecoran Aluminium Usaha Mikro, beliau mengedepankan sinergi antara Perguruan Tinggi dan UMKM agar mampu berkompetisi dalam skala domestik dan internasional dalam menghadapi era Industri 4.0.

Berawal dari banyaknya jumlah sepeda motor di Indonesia yang mencapai lebih dari 100 juta unit, maka kebutuhan pengantian komponen terutama yang berbahan dasar aluminium menjadi besar. Juga, untuk mendapatkan rasio berat yang baik, banyak komponen yang semula dibuat dari baja digantikan oleh komponen dari aluminium. Meskipun memiliki solusi untuk menjawab krisis energi, tetapi penggunaan aluminium juga berdampak pada semakin besarnya limbah dari aluminium.

Solusi yang ditawarkan dan sejalan dengan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) adalah mendaur ulang limbah aluminium tersebut menjadi komponen. Untuk porsi ini, maka industri kecil dan menengah (UMKM) bisa mengambil pangsa pasar komponen ini jika mampu beradaptasi terhadap tantangan di era Industri 4.0 utamanya dalam mengoptimalkan rantai pasokan produksinya. Untuk itu perlu perencanaan, kontrol, dan manajemen rantai pasokan dengan menggunakan teknologi informasi terutama untuk bahan baku dan penjualan produk.

Sebagai institusi pendidikan, beliau berusaha menjadikan Laboratorium Pengecoran, Jurusan Teknik Mesin, FT UB mampu menjadi pusat informasi pengecoran aluminium untuk pembuatan komponen otomotif di Indonesia Timur dalam 5 tahun kedepan.

Prof. Dr. Ir. Wahyono Suprapto, M.T., Met. Mendapatkan gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya, sedangkan gelar Magister Teknik (MT) dan Doktornya didapatkannya di Teknik Metalurgi dan Material, Universitas Indonesia.