Ditulis pada tanggal 29 November 2016, oleh s3mesin, pada kategori Uncategorized


Batubara merupakan salah satu bahan bakar fosil yang berasal dari endapan organik tumbuhan purba yang mengalami proses pembatubaraan. Pemanfaatan batubara baik dalam bentuk padat, cair, maupun gas masih banyak menjadi bahan riset. Atus Buku ST MT, dosen Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar, meneliti Karakteristik Batubara Cair Hasil Destilasi dengan Menggunakan Batubara Muda (Lignit) sebagai syarat kelulusan Progam Doktor Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Pencairan batubara adalah proses konversi batubara padat menjadi cair pada suhu dan tekanan hidrogen yang cukup tinggi dengan bantuan katalis dan media pelarut. Pada pencairan batubara lignit, laju reaksi sangat dipengaruhi oleh suhu (T), komposisi campuran reaksi (c), katalis, dan tekanan (P). Kenaikan suhu dan tekanan yang tinggi mengakibatkan terurainya rantai karbon yang memicu reaksi aktivasi. Rantai karbon yang terurai kemudian saling bertubrukan antara reaksi pembentukan minyak dan polimerisasi untuk membentuk padatan.

Kendala yang umum dihadapi pada proses pencairan batubara yaitu pengolahan tar yang memiliki kompleksitas senyawa, sehingga perlu dilakukan pemisahan awal untuk memudahkan proses selanjutnya. Pemisahan yang umum digunakan pada pengolahan tar yaitu dengan destilasi fraksinasi.

Nilai karbon yang tertinggal dalam ampas batubara cair setelah proses destilasi adalah sebesar 69% dari total senyawa yang terdapat di dalamnya. “Dengan nilai karbon yang cukup besar, ini menunjukkan bahwa ampas batubara masih dapat diproses menjadi bahan bakar baru,” simpulnya.

Ujian Disertasi Terbuka digelar Jum’at (18/Nov/2016) di Ruang Seminar Jurusan Teknik Mesin. Bertindak selaku penguji antara lain Prof.Dr.Ir.Rudy Soenoko, M.Eng.Sc, Dr.Eng Nurcholis Hamidi, ST, M.Eng, dan Dosen Penguji Tamu Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd. Sementara bertindak selaku pembimbing adalah Prof Ir Soedjito Soeparman, Ph.D, Prof Dr ING Wardana, M.Eng., Ph.D, dan Dr Slamet Wahyudi ST MT. Turut hadir pada ujian terbuka pagi itu, Rektor Universitas Kristen Indonesia Paulus, Dr. Ir. Josefine Ernestine Latupeirissa MT. (mic)