Ditulis pada tanggal 16 Mei 2017, oleh s3mesin, pada kategori Uncategorized

dr-musa-300x199

Jurusan Teknik Mesin mengukuhkan Musa Bondaris Palungan sebagai Doktor baru bidang Material Manufaktur, Senin (8/Mei/2017). Dengan Judul disertasi “Pengaruh  Perlakuan  Pengasapan  Serat Daun Nanas  Raja  (Agave Cantala Roxb) Terhadap Kompatibilitas Serat-Matrik Epoksi”, Dr. Musa Meraih predikat sangat memuaskan.

Dalam disertasinya, dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar ini meneliti serat Nanas Raja. Tumbuhan nanas raja (Agave Cantala Roxb) merupakan tanaman yang bisa tumbuh di dataran rendah maupun perbukitan dengan tinggi batang antara 150 – 200 cm dan pada daunnya mengandung banyak serat dengan panjang 90 – 100 cm.  Tanaman ini  banyak ditemukan di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Tanaman nanas raja tumbuh secara alami dan tahan terhadap hama, mudah dibudidayakan dan secara tradisional serat daun nanas raja telah digunakan sejak lama oleh masyarakat di Tana Toraja dan Toraja Utara sebagai bahan baku tali pengikat dan sandang yang turun temurun sampai sekarang.

Berdasarkan  adat dan budaya di Tana Toraja, serat daun  nanas raja, sebelum digunakan sebagai bahan baku tali pengikat dan sandang terutama untuk pembungkus jenazah, harus diberi perlakuan pengasapan supaya  kuat dan tahan lama hingga ratusan tahun. Hal tersebut sangat menarik untuk dikaji secara ilmiah untuk mengungkap karakterisasi serat daun nanas raja sebelum dan setelah perlakuan pengasapan sehingga dapat diaplikasikan sebagai penguat pada material komposit.

Berdasarkan hasil penelitian ini nampak pengaruh perlakuan pengasapan terhadap sifat kimia, fisik dan mekanis Serat Daun Nanas Raja (SDNR) dan dapat direkomendasikan, bahwa SDNR memiliki kekuatan mekanis yang tinggi sehingga cocok untuk dijadikan penguat material komposit dengan aplikasi transportasi dan struktural yang menerima pembebanan. Dalam aplikasinya sebelum SDNR digunakan sebagai penguat material komposit sebaiknya diberi perlakuan pengasapan selama 15 jam pada temperatur 450C untuk meningkatkan kekuatan SDNR.

Bertindak sebagai tim Penguji adalah Prof. Ir. I.N.G. Wardana, M.Eng., Ph.D, selaku Ketua Program Study Program Doktor Teknik Mesin, Prof. Dr. Ir. Pratikto, M.MT, dan Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd, selaku penguji tamu. Sedangkan dewan pembimbing terdiri dari Prof. Dr. Ir. Rudy Soenoko, M.Eng.Sc, selaku Pembimbing Utama, Dr. Eng. Yudy Surya Irawan, ST., M.Eng, selaku Pembimbing Pendamping I, dan Dr. Eng. Anindito Purnowidodo, ST., M.Eng, selaku Pembimbing Pendamping II.

Pada Ujian Terbuka ini turut hadir dan memberi sambutan, Benyamin Tangaran, S.T., M.T. selaku Wakil Rektor I UKI Paulus Makassar. Sidang Terbuka lalu ditutup dengan sesi Foto Bersama dan Ramah tamah. (emis)