LABORATORIUM
MESIN PENDINGIN
JURUSAN MESIN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG


  Ilmu-ilmu dasar penunjang di bidang Mesin seperti Mekanika Fluida, Perpindahan Panas, Termodinamika Dasar serta Mesin Konversi Energi, akan menuntut aplikasi penerapannya dengan eksperimen atau praktikum. Bagi yang ingin mengaplikasikan ilmu dasar tersebut, Laboratorium Mesin Pendingin menyediakan alat-alat laboratorium untuk eksperimen maupun praktikum aplikasi mesin dasar.

Materi praktikum meliputi perencanaan benda kerja sampai dengan finishing dengan menggunakan alat-alat permesinan dasar. Adapun alat-alat permesinan tersebut antara lain :
1) Pengujian AC Bench
2) Refrigeration Test Bench

DISKRIPSI ALAT
AC TEST BENCH
REFRIGERATION TEST BENCH

AC BENCH
Suatu alat percobaan yang digunakan untuk menganalisa perpindahan panas atau energi dalam seluruh proses yang terjadi pada mesin pendingin serta untuk menentukan COP (Coefisien of Performance) dari seluruh instalansi mesin pendingin. Alat ini dilengkapi dengan unit refrigerasi dan boiler. Udara akan masuk ke saluran duct melalui blower (sentrifugal fan), pre-heater, cooler (evaporator), re-heater dan keluar melalui duct orifice yang dilengkapi alat ukur tekanan udara (inclined manometer). Sehingga nantinya bisa ditentukan kondisi udara sebelum dan sesudah berbagai proses yang terjadi (melalui pengukuran suhu bola basah dan bola kering), laju perpindahan energi pada heater, boiler, blower dan unit refrigerasi. Selain itu dapat ditentukan laju aliran massa udara, tekanan dan suhu refrigerant, laju aliran massa refrigerant serta laju presipitasi pada cooler.

Spesifikasi alat:
• Type : A-573/41154 PA. Hilton Vapour Compression Units
• Asal : United Kingdom
• Pre heater : Extended fin electric heating elements
  2 X 1.0 kW (nominally)
• Cooler : Direct expansion, extended fin coil
  Cooling rate approx. 2.0 kW
• Fan : Centrifugal (variable speed)
  Power input approx.120 W, 240V,50Hz
• Boiler : Electrically heated and working at atmospheric   pressure. Fitted with water level gauge and float level controller
• Heater : 1 X 1.0 kW and 2 X 2.0 kW , 220 V
• Refrigerator : Hermetic unit with air cooled condenser
  Refrigerant : R-12
  Compressor : 220 V, 50 Hz
• Air Flow Measurement : Orifice plate with inclined tube   manometer.
• Temperature Measurement : 4 psg gelas thermometer bola   basah dan kering


REFRIGERATION TEST BENCH
Alat ini merupakan dasar untuk mempelajari proses refrigerasi.. Refrigerant yang bervariasi akan mampu menunjukkan aplikasi dan kondisi operasi yang berbeda. Produk yang dihasilkan adalah es, dimana kalor yang dikandung oleh air diserap oleh brain yang disirkulasikan oleh pompa yang digerakkan motor, dan kalor dari brain diserap oleh refrigerant yang disirkulasikan oleh kompresor tipe hermetika. Kalor tersebut dibuang oleh refrigerant dalam media air pendingin yang bersirkulasi dalam heat exchanger. Air pendingin bersirkulasi dari cooling tower ke dalam heat exchanger dengan bantuan pompa.

Spesifikasi alat:
• Compressor : Hermetic Type, Made in USA
• Drive motor
- Compressor ( output – volt ) 1,5 kw – 380 v
- Brine pump ( output – volt ) 200 w – 380 v
• Condensor : water cooled, shell, and coil
• Evaporator : coil
• Brine pump : motor driven centrifugal
• Brine tank : insulated
• Ice vessel
• Heat exchanger : Gas / liquid heat exchanger
• Flow meter
  - Refrigerant : Rotary, magnet coupling, dial type
  - Cooling water : Rotameter 1000 l/h ( max )
• Pressure gage
  - P1 : -760mmHg - 0 kg/cm2 G - 10kg/cm2 G
  - P2 : 0 kg/cm2 G - 20kg/cm2 G
• 11. Thermometer : Resistance valve thermometer
  and pick up of termocouple
  Refrigerant (T1, T4) : -30OC – 70OC
  Refrigerant ( T2, T3 ) : 0oC – 100OC
  Brine ( T5, T6 ) : -20OC – 50OC
  Cooling water (T7,T8) : 0OC – 100OC
  Ice ( T9 ) : -30oC - 70OC
• Sight glass
• Refrigerant : Dichloro difluoro methane
  CCl2F2 ( Freon 12 ), R-12
• Brine (coolant) : Glycol ethylene, Nybrin